Hot Posts

6/recent/ticker-posts .owl-item .active { animation: ticker 100s linear infinite; }

Kapolsek Manggala Tekankan Pentingnya Kamseltibcarlantas untuk Kurangi Kemacetan


 

Makassar – Dinas Perhubungan Kota Makassar bersama Satuan Lalu Lintas Polrestabes Makassar menggelar Sosialisasi Penataan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas di Aula Kantor Kelurahan Manggala, Jalan Bitowa Raya, Kecamatan Manggala, Rabu (10/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum diskusi dan penyampaian aspirasi masyarakat terkait berbagai persoalan lalu lintas yang terjadi di wilayah Kecamatan Manggala.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 50 peserta itu turut dihadiri Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Kota Makassar Andi Eldi Indra Malka, S.STP., M.M., Camat Manggala Ahmad, S.Sos., Kapolsek Manggala Kompol Semuel To’longan, S.H., M.H., M.Si., Sekcam Manggala Manggala Putra Andy Beso, S.STP., Kanit Kamsel Satlantas Polrestabes Makassar IPTU Jerryanto, Kanit Lantas Polsek Manggala IPTU Rusli, S., perwakilan Jasa Raharja, Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, para lurah se-Kecamatan Manggala, tokoh masyarakat, serta stakeholder terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Sekcam Manggala menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap berbagai persoalan lalu lintas yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Ia berharap melalui forum ini dapat lahir solusi yang efektif dan berkelanjutan untuk mengatasi kemacetan serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Kabid LLAJ Dinas Perhubungan Kota Makassar Andi Eldi Indra Malka menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat yang nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan dasar dalam penyusunan kebijakan lalu lintas di Kota Makassar.

Beberapa titik yang menjadi perhatian utama dalam pembahasan antara lain Simpang Tujuh Bukit Baruga–Pannara, akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, pertigaan Antang Raya–Ujung Bori, pertigaan Borong Raya–Toddopuli, serta sejumlah lokasi yang kerap mengalami kemacetan akibat parkir liar dan tingginya volume kendaraan.

Pada sesi diskusi, para lurah menyampaikan berbagai permasalahan yang terjadi di wilayah masing-masing. Lurah Borong menyoroti kemacetan di sekitar Jembatan Borong dan akses menuju Waduk Antang serta mengusulkan pemasangan lampu sorot guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan pada malam hari.

Sementara itu, Lurah Manggala menyampaikan perlunya rekayasa lalu lintas di Jalan Nipa-Nipa menuju Moncongloe yang merupakan jalur penghubung antara Kota Makassar dan Kabupaten Maros. Di sisi lain, Lurah Bangkala mengusulkan pemasangan rambu-rambu peringatan di Jalan Inspeksi Kanal Bangkala yang dinilai rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Lurah Tamangapa juga menyoroti kepadatan kendaraan di sekitar akses menuju TPA Tamangapa yang kerap diperparah oleh antrean kendaraan dan truk yang akan memasuki Depot Pertamina Tamangapa.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolsek Manggala Kompol Semuel To’longan menegaskan pentingnya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) melalui peningkatan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

Menurutnya, pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas beberapa ruas jalan menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di sejumlah titik. Oleh karena itu, diperlukan dukungan sarana keselamatan jalan berupa rambu-rambu lalu lintas, lampu penerangan, serta fasilitas pendukung lainnya pada lokasi yang dianggap rawan kecelakaan.

Sementara itu, Kanit Kamsel Satlantas Polrestabes Makassar IPTU Jerryanto yang mewakili Kasat Lantas Polrestabes Makassar menyampaikan bahwa beberapa titik kepadatan lalu lintas yang menjadi perhatian saat ini antara lain Jalan Dr. Leimena, Simpang Tujuh, dan Jalan Antang Raya. Ia menegaskan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas harus melalui kajian teknis yang matang serta membutuhkan dukungan dan kepatuhan masyarakat agar dapat berjalan efektif.

Camat Manggala Ahmad, S.Sos., mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai sarana komunikasi yang efektif antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan lalu lintas yang terjadi di wilayahnya.

Seluruh masukan yang disampaikan oleh para lurah, stakeholder, dan peserta kegiatan akan menjadi bahan evaluasi serta ditindaklanjuti oleh instansi terkait sesuai kewenangannya. Dinas Perhubungan Kota Makassar juga menyatakan komitmennya untuk melakukan pembenahan secara bertahap guna mengurangi kemacetan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan di wilayah Kecamatan Manggala.